Salam Nusantara. Haiii Pecinta kuliner nusantara. sekarang kita membahas makanan atau kuliner khas kota budaya Yogyakarta..ckckckck..!!! Apa aja ya...??
BAKPIA
Rasa dari Bakpia Pathok ini sendiri adalah paduan antara manis, legit, dan gurih. Saat ini pilihan rasa yang bisa dipilih antara lain, coklat, keju atau pun yang asli yaitu rasa kacang hijau. Bakpia ini pun sekarang bisa dijum
pai tidak hanya di wilayah Pathok tetapi di toko-toko oleh-oleh, stasiun, terminal, bahkan di pasar-pasar tradisional. Namun tentu saja rasanya akan lebih mantab di tempat awalnya, yaitu di Pathok.
GEPLAK
Geplak yang bahan utamanya adalah kelapa muda yang campur dengan gula. Pada awalnya, geplak hanya ada dua warna, yaitu jika menggunakan gula pasir warna geplak akan putih dan jika menggunakan gula jawa maka warnanya akan coklat. Namun sekarang telah banyak variasi warna antara lain, merah, kuning, coklat, hijau, merah, dan putih. Pada saat ini rasa geplak pun tidak hanya sekedar gurih dan manis saja namun sudah bervariasi, seperti rasa durian, stroberi, coklat, dll. Geplak mudah diperoleh di pusat kota Bantul, pusat oleh-oleh di kota Jogja, terminal, dan di pasar-pasar.
KIPO
YANGKO
Yangko yang telah dikemas dalam dus bisa bertahan beberapa hari bukan karena diberi pengawet, namun karena proses pemasakannya yang matang. Rasa yangko yang klasik adalah yangko rasa kacang. Sedangkan yangko yang beraroma baru misalnya yangko rasa durian, nangka, strawberry, cokelat, pandan, dan anggur.
KUE KEMBANG WARU
JADAH TEMPE (burger ala Kaliurang)
Tempe sengaja dibacem sejak sore hingga pagi hari kemudian baru digoreng sehingga baceman tempe bisa meresap sedalam-dalamnya. Kemudian dalam 1 kg ketan dicampurkan dengan 2 buah kelapa, sehingga gurihnya juga bercampur dengan aroma. Selain jadah tempe mbah carik ini masih banyak penjaja jadah tempe di Kaliurang ini yang rasanya juga tidak kalah nikmat.
PEYEK KACANG
Peyek yang sangat popular di Jogja adalah peyek yang dibuat dengan cara menyusun sehingga membentuk rangkaian peyek atau sering disebut peyek mbok tumpuk. Meski bentuknya bongkahan namun adonan tepungnya empuk mudah dikunyah. Rasanya renyah dan gurih dengan kacang tanah bertaburan di atasnya. Rahasia kelezatan peyek ini adalah pada proses penggorengan yang dilakukan selama tiga kali. Awalnya disiapkan adonan yang terdiri dari tepung beras, kacang, serta telur, santan, dan bumbu dapur seperti bawang putih, ketumbar dan garam. Kemudian adonan dimasukkan ke dalam wajan dengan suhu amat panas. Tujuannya untuk membentuk peyek. Lalu adonan dipindahkan ke wajan di sebelahnya dengan suhu yang lebih rendah, untuk mematangkan. Setelah tanak, peyek diletakkan di atas tampah, dan diangin-anginkan selama semalam. Kemudian, yang terakhir, peyek digoreng kembali dalam waktu yang tidak lama.
PECEL
Pecel turi Imogiri ini amat spesial dengan tambahan bunga pohon turi yang saat ini sudah langka dijumpai. Kembang turi diperoleh dengan menggunakan bunga yang diperoleh dari pohon turi. Umumnya yang digunakan sebagai bahan untuk sayur pecel adalah kembang turi yang berwarna putih. Bunga turi secara turun temurun dipercaya bisa membantu memperlancar keluarnya air susu ibu, untuk mengatasi gangguan sulit buang air besar, meningkatkan daya tahan tubuh, dan pelembut kulit. Tekstur helaian kelopak kembang turi yang relatif lebih keras dibandingkan sayuran lain yang dicampurkan seperti bayam menimbulkan rasa berbeda yakni lebih kenyal dan alot. Rasanya yang sedikit pahit, ditambah bumbu kacang pedas, ditanggung akan menggugah selera dan yang tak kalah pentingnya kasiat dari bunga turi itu sendiri. Pilihan lauk pauk yang bisa dipilih antara lain tempe gembus bacem, tempe benguk bacem, tahu bacem, serta minuman hangat wedang uwuh khas Imogiri.
GUDEG
Ada beberapa bahan baku gudeg antara lain gudeg manggar (bunga pohon kelapa), gudeg nangka, dan gudeg rebung (anakan pohon bamboo yang masih muda). Namun karena bahan baku gori atau nangka muda lebih mudah diperoleh di kebun-kebun milik masyarakat Jogja sehingga gudeg ini lebih mudah dijumpai di Jogja. Jaman dulu orang Jogja hanya mengenal satu jenis gudeg, yakni gudeg basah. Gudeg kering dikenal setelahnya, sekitar 1950-an tahun. Hal ini setelah orang-orang dari luar Jogja mulai membawanya sebagai oleh-oleh.
Anda bisa memilih gudeg kering yang tahan selama 3 hari dengan kemasannya menggunakan 'besek' (tempat dari anyaman bambu) atau menggunakan 'kendil' (guci dari tanah liat yang dibakar).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar